Kamis, 04 September 2008

Tutorial Peripheral

Bab 1

Pendahuluan

Latar Belakang

Video editing adalah suatu proses memilih atau menyunting gambar dari hasil shooting dengan cara memotong gambar ke gambar (cut to cut) atau dengan menggabungkan gambar-gambar dengan menyisipkan sebuah transisi.

Semakin berkembangnya perangkat pembuatan film sederhana untuk kebutuhan pribadi, telah menimbulkan dampak yang cukup serius bagi perkembangan aplikasi-aplikasi pendukungnya. Kini software-software video editing tersebut telah menguasai hampir semua fungsi-fungsi pembuatan film, mulai dari impor film hingga ekspor ke dalam DVD. Selain itu, penggunaannya pun kini lebih fleksibel sehingga dapat digunakan baik untuk pemula maupun para pembuat film profesional.

Fungsi-fungsi utama dari sebuah software video editing harus berjalan dengan baik. Software harus dapat mengedit dengan perhitungan yang matang. Selain itu, software juga harus dapat mengoptimalkan gambar dan suara sehingga rekaman yang kurang baik atau kualitas suara yang berlebihan tidak menjadi masalah besar. Format DVD sebagai hasil akhirnya juga harus memiliki kualitas gambar yang bagus. Oleh karena itu, dibutuhkan encoder yang memiliki kinerja bagus.

Bab II

Pembahasan

2.1 Periferal Multimedia

2.1.1 Kamera

Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret. Memorinyapun berbeda-beda sizenya dari 8MB sampai ke 4GB (4000 MB), data ini valid pada saat Dec 2003. Formatnya pun bermacam-macam, sebagai contoh: Compact Flash (Type 1 dan 2), SD card, MMC card, Memory Stick (Khusus kamera Sony), Disket, CDR. Satu hal yang pasti dari adanya media seperti ini, anda bisa menghemat biaya karena media ini bisa dipakai berkali-kali.

A. Komponen kamera

Sebuah kamera minimal terdiri atas:

  • Pemantik potret (shutter)
  • Pemutar film
  • Sistem Lensa
  • Badan Kamera

B. Pemantik Potret

Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film. Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed yang bisa digunakan.

C. Sistem lensa

Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam.

Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer. Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom. Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa). Focal lenght mempengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.

D. Badan kamera

Badan kamera adalah ruangan yang sama sekali kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang darimana menjadi satu-satunya tempat cahaya akan masuk. Di dalam bagian ini cahaya yang difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar film.

Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:

  • Pengatur ISO/ASA Film.
  • Aperture (Bukaan Diafragma).
  • Shutter Speed

Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan:

E. Bagian lain

Bagian lain sebuah kamera, antara lain:

  1. Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
  2. Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
  3. Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
  4. lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.

Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.

F. Jenis Kamera Berdasarkan Media Penangkap Cahaya

1) Kamera film

Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.

2) Kamera digital

Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda. Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

3) Kamera polaroid

Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.

G. Jenis Kamera Berdasarkan Mekanisme Kerja

1) Kamera instan

Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.

2 Kamera single lens reflect

Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.

H. Pembagian Kamera Berdasarkan Teknologi Viewfinder

1) Kamera TLR

Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.

2) Kamera SLR (Single Lens Reflect)

Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi.

3) Kamera saku

Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik (viewfinder)) dengan lensa.

(http://id.wikipedia.org/kamera.htm)

2.1.2 Shooting Menggunakan Hadycam

A. Tipe Penyutingan

Proses pembuatan Film baik tingkat profesional maupun pemula harus mengerti dan memahami sejumlah teknik - teknik shoting. Beberapa teknik penyotingan berkaitan dengan jenis atau tipe penyotingan. Tipe Penyotingan merupakan metode penggunaan camera dalam pengambilan gambar objek yang berkaitan dengan besar ukuran gambar yang mengisi komposisi ruang frame handycam. Berikut tipe - tipe penyotingan :

1. BCU (Big Close Up) / ECU (Extreme Close Up) adalah pengambilan gambar dengan focus pada objek tertentu secara maksimal, misal 1 bagian wajah penuh 1 layar.

2. CU (Close Up) adalah pengambilan gambar pada bagian kepala secara utuh.

3. MCU (Medium Close Up) adalah pengambilan gambar dengan objek kepala sampai dada.

4. MS (Medium Shot) adalah pengambilan gambar dengan ukuran setengah badan.

5. MFS (Medium Full Shot) adalah pengambilan gambar dengan ukuran ¾ dari badan atau sampai lutut.

6. FS (Full Shot) adalah pengambilan gambar dengan ukuran satu badan utuh dari kepala sampai kaki.

7. MLS (Medium Long Shot) adalah pengambilan gambar ukuran badan penuh dengan latar belakang tempat yang mendukung adegan.

8. LS (Long Shot ) adalah sama dengan MLS dengan ruang pandang lebih luas.

9. ELS (Extreme Long Shot) adalah pengambilan gambar dari posisi kejauhan sehingga objek terlihat kecil dengan latar belakang lebih jelas.

(http://afing2008.blog2.plasa.com/)

B. Sudut Pengambilan Gambar Dengan Handycam

Kamera angle dengan menggunakan handycam merupakan tekhnik penyotingan dengan memperhatikan posisi sudut antara handycam dengan objek untuk menghasilkan gambar yang bagus dan menarik. Pengambilan gambar yang tepat akan memperkuat pesan yang ingin disampaikan lewat gambar yang ditampilkan. Berikut jenis - jenis Angel (sudut) dalam shoting :

1. High Angle yakni posisi kamera lebih tinggi dari objek sehingga tampak objekdari atas dengan memiliki sudut kemiringan.

2. Top Angle yakni posisi kamera ada diatas objek sehingga posisi dari atas ke bawah.

3. Bird Eye View yakni posisi high angle tapi jarak lebih jauh.

4. Low Angle yakni posisi kamera lebih rendah dari objek dengan mengambil posisi membentuk sudut miring.

5. Frog Eye yakni posisi kamera ada dibawah paha.

6. Eye Level yakni pengambilan dengan ketinggian sedang atau mendatar dengan objek.

7. Profil Shot adalah sama dengan eye level akan tetapi dengan posisi ada kemiringan atau mempunyai sudut.

8. Over Sholuder adalah pengambilan gambar dari posisi belakang punggung objek.

9. Walking Shot adalah pengambilan gambar dengan posisi kamera bergerak mengikuti objek yang berjalan (situasi yang tergesa – gesa).

10. Fast Road Effect adalah pengambilan gambar pada objek yang berjalan cepat.

11. Artificial Shot adalah menambah nilai seni dan keindahan pengambilan gambar dengan menggunakan objek bantuan, missal bunga dan jeruji pintu atau jendela.

12. Reflection Shot adalah pengambilan gambar dari cermin atau bayangan objek.

13. Tripod Transition adalah gerakan kamera pada tripod.

14. Back Light Shot adalah pengambilan gambar dengan posisi kamera berhadadapan dengan sumber cahaya.

15. Door Frame Shot adalah pengambilan gambar dari luar pada pintu atau jendela yang terbuka.

16. One Shot adalah pengambilan gambar satu orang saja.

17. Two Shot adalah pengambilan gambar dengan objek dua orang.

(http://afing2008.blog2.plasa.com/)

2.2 Adobe Premiere Pro

2.2.1 Pengenalan

Adobe Premiere adalah salah satu software yang popular dan digunakan secara luas dalam pengeditan video. Adanya kesamaan interface Adobe Premiere dengan Adobe PhotoShop dan Adobe After Effect adalah memberikan kemudahan dalam pemakaiannya, image–image dapat disiapkan dengan adobe photoshop dan effect – effect khusus juga dapat disiapkan dari adobe after effect.

Saatnya memulai kerja.

1).Sebelumnya Pastikan bahwa Adobe Premiere Pro sudah terinstall. Mulailah dengan membuka Adobe Premiere Pro Klik Start > Program > Adobe > Adobe Premiere Pro, premiere akan bertanya apakah akan membuka file yang telah ada, atau membuat file baru, untuk latihan ini tentu saja kita akan membuat file baru.


2) Dan selanjutnya muncul windows dengan New Project klik pada tab Custom Setting,

Pada frame General ,kerena akan membuat file Video lebih baik dipilih:

- Editing Mode Video for windows,

- Time base 29.97 frame per second,

Pada Frame Video isi:

- Frame size 720h : 480v

- Frame rate: 29.97 frames/second

- Pixel Aspect Ratio: D1/DV NTSC (0.9)

Pada Frame Audio isi:

- Sample rate 44100 Hz

- Display Format Audio Sample

3) Dan apabila akan menyimpan settingan ini tekan tombol SavePreset, isi nama dan descristion, dan secara otomatis setingan tersebut akan terlihat pada tab Load Preset, simpan File project (misalnya: Latihan) lalu simpan file projek tersebut di lokasi yang diinginkan

Timeline Windows


Project windows terdiri dari 3 windows utama:

1. Project windows, merupakan tempat menyimpan file project

2. Monitor windows, merupakan tempat melihat video, yang kita edit di timeline

3. Timeline windows, tempat kita melakukan proses editing

2.2.2 Import File, Transisi dan Proses Editing

A. Import

Untuk melakukan pengeditan suatu video, terlebih dahulu impor file yang diperlukan, dengan cara klik menu File>Import (Ctrl+I) atau klik kanan pada windows project dan pilih import, di sini impor file video, audio dan image. Pada project windows dapat dibuat Bin(seperti folder pada windows explorer). Bin ini mempermudah dalam memanagement file project. Pada latihan ini akan dibuat 3 bin dengan nama bin masing2 Video, audio, dan image. Cara membuat Bin, klik pada menu File>New>Bin, atau klik kanan pada project

windows pilih bin.

B. Transisi

1) Transisi merupakan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain, dalam pengeditan suatu video transisi merupakan perpindahan dari satu video ke video berikutnya. Kali ini akan mencoba untuk memasukkan sebuah film ke dalam areal kerja. Tahap awal yang harus dilakukan adalah “klik File dari Bar lalu klik Import”. Setelah klik import, lihat pada Project Window secara otomatis terdapat file yang diimport. Untuk meletakkan file yang telah diimport ke dalam TimeLine guna pengeditan, akan dilakukan dengan cara yang paling mudah dengan teknik DRAG atau DROP yaitu menarik langsung file yang diinginkan ke dalam time line, untuk file video dan Image, masukkan ke timeline pada track video sedangkan file audio, masukkan ke track audio. Setelah file dimasukkan ke dalam timeline, tampilan gambar yang akan dilihat sangat kecil. Untuk memperbesar tampilannya klik Zoom tool yang berada pada toolbox di samping timelime, klik menu windows>Tools. Sekarang akan memasukkan dua file video kedalam track video 1 dan video 2.

2) Sekarang cobalah untuk membuat sebuah Transition. Transisis ini berfungsi untuk membuat tiap perubahan video 1 dan 2 atau tiap perpindahan antara scene I dan scene II menjadi halus. Untuk membuka perintah transisi, buka menu Window lalu klik Effect, dan window effect akan muncul (secara default windows effect ini terdapat pada project windows)

3) Pada menu ini terdapat banyak pilihan, kalau telah memilih transition yang sesuai dengan keinginan maka kita gunakan teknik DRAG dan DROP lalu letakkan kedalam Timeline diantara video 1 dan video 2. (lihat gambar di bawah ini). Untuk melihat hasil nya tarik pointer sehingga melewati transisi, dan lihat pada monitor windows.

C. Proses Editing

1) Disini akan dimulai pengeditan Video. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah klik 2 kali pada file yang berada di Project Window, lalu masuk kedalam Source Monitor( monitor sebelah kiri) Source Monitor dan dapat digunakan untuk memotong gambar, yaitu dengan menentukan terlebih dahulu frame mana yang akan dimasukkan ke dalam Timeline. Setelah menentukan frame yang akan diambil lalu klik tombol “Set In Point( { )” kemudian tentukan sampai frame berikutnya lalu tekan tombol “Set Out Point( } )”.

2) Kemudian cara meletakkan frame tersebut kedalam TimeLine adalah dengan memilih terlebih dulu track yang diinginkan untuk menempatkan potongan video terdebut, kemudian klik tombol “Insert” pada monitor windows. Secara otomatis frame tersebut masuk ke dalam TimeLine. Atau drag and drop Monitor source nya. Ke dalam Timeline dan track yang kita pilih.

3) Pada tahap ini adalah lanjutan dari proses insert di atas. Yaitu apabila frame yang ditentukan terdapat frame lain yang ikut dalam timeline, jadi frame yang ikut harus dibuang.

4) Caranya yaitu : klik tanda segitiga di samping track video, lalu akan ada tampilan seperti di bawah ini.

5) Klik set display style, dan pilih show frame, maka track tersebut akan menampilkan file video tersebut frame by frame dan tentukan di zoom in menjadi 1 frame sehingga tidak ada lagi frame yang tersisa, kemudian lakukan pemotongan dengan Razor Tool yang terdapat pada ToolsBox, pilih frame yang akan dibuang dan tekan Delete pada keyboard.

2.2.3 Opacity, Import Text dan Template

A. Opacity

Pada tahap selanjutnya adalah mencoba untuk melihat fasilitas yang terdapat pada Time line Video., yaitu Opacity.

1) Klik tanda panah yang terdapat track video dan lihat fasilitas Opacity dengan cara klik pada Show Key Frame pilih Show Opacity Handles, di sana ada garis berwarna orange, posisinya terletak paling atas itu menandakan opacitynya 100%. Untuk mengubah opacity, sebelumnya arahkan pointer video pada video untuk menentukan key framenya kemudian klik tombol add/remove key frame, setelah kita memberi keyframe maka turunkanlah key frame untuk mengubah Opacity.

Catatan: track tersebut dapat diberi banyak key frame untuk menentukan opacity yang kita inginkan

2) Track video & Audio dapat ditambahkan hingga beberapa track. Dengan cara klik kanan pada salah satu track dan pilih add track. Kemudian isikan jumlah trackyang ingin ditambahkan.

B. Import Text dan Template

Pada latihan akan dibahas cara memberikan text dan template pada latihan yang dibuat tadi.

1) Untuk memberikan text klik pada menu File>New>Title atau klik kanan pada project window dan pilih New Item>Title, maka akan muncul Window Title Designer seperti di bawah:

Isi text pada layer yang tersedia.

2) Dan apabila ingin mengisi video dengan tamplate, cara nya dengan mengklik tombol Template pada windows tersebut atau menekan Ctrl+J, maka akan muncul windows template, dan pilih template dan tekan tombol apply.

3) Setelah itu kembali pada window title tersebut, dan edit apa yang ingin di edit sesuai dengan keinginan, kalau sudah diedit tutuplah windows title tersebut, maka akan muncul dialog box, kemudian klik lah tombol YES dan simpanlah title tersebut.

4) Dan Kemudian title tersebut akan masuk pada project windows tadi.

5) Kemudian masukanlah file title tersebut ke Timeline, untuk memberi text dan

template, lihat gambar.

2.2.4 Effect Video dan Export File

A. Effect Video

Sekarang memulai dengan memberi effect pada video.

1) Untuk memberi sebuah effect pada sebuah video, sebelumnya harus memanggil windows effect. Untuk menampilkan windownya klik pada menu Windows>effect, maka window effect akan terlihat seperti gambar dibawah :

2) Pada gambar di atas, Adobe premiere menyediakan berbagai jenis effect yang merupakan effect-effect bawaan pada saat menginstall. Sekarang masukkan suatu effect ke dalam track video yang akan diberi effect, caranya cukup drag and drop salah satu effect yang diinginkan.

3) Setelah memasukkan effect ke dalam track video, effect yang diberikan pada track belum terlihat apa-apa, maka dari itu untuk melihat effect yang diberikan pada video tersebut, harus di seting/diatur terlebh dahulu. Untuk menyeting atau mengatur effectnya buka windows effect control, untuk menampilkan window effect klik pada menu windows>effect controls. Maka akan tampil sebuah windows seperti dibawah ini:

4) Gambar diatas terlihat bahwa terdapat satu buah effect video, untuk melihat hasil dari effect video tersebut arahkah pointer yang di dalam Timeline window pada track video yang diberi effect tersebut.

5) Apabila ingin memberi effect pada bagian tertentu pada track video yang diberi effect, perhatikan pada window effect control terdapat sebuah pointer yang menunjukkan posisi video yang sedang aktif pada track video tersebut. Jadi untuk memberi effect pada bagian tertentu pada video tersebut harus dibuat key frame terlebih dahulu pada video tersebut dengan cara klik add/remove key frame. Dengan memberikan keyframe effect dapat diatur pada bagian video yang diinginkan.

6) Pada windows effect diatas terdapat Motion, pada motion dapat diatur posisi, skala video, semuanya tergantung pada kreasi yang diinginkan.

B. Export Video

Pada sesi ini merupakan sesi terakhir dalam suatu pengeditam suatu video, sekarang exportlah hasil kerja yang terdapat dalam timeline windows.

1) Untuk meng-export nya klik pada menu File>Export>Movie. Maka akan muncul dialog box seperti di bawah, dan video yang di export dengan format AVI

2) Kemudian klik save untuk mengeksport file tersebut, apabila anda ingin melakukan setting ulang klik-lah tombol setting sebelum anda meng-export file tersebut.

3) Anda meng-export file dengan format lain, dengan cara File>Export>Adobe media encoder. Maka akan muncul gambar seperti gambar di bawah ini:

4) Klik OK, untuk melakukan proses rendering. Maka akan muncul proses rendering

seperti gambar di bawah.

Setelah selesai lihatlah hasil editing anda.

2.2.5 Tips Adobe Premiere Pro

  • Compresi VideoCD dengan Adobe Premiere 6/7pro (codec: Main Concept) lebih cenderung blur, Untuk hasil yang lebih tajam dapat digunakan Panasonic Mpeg Encoder atau TMpeg Encoder 2.5
  • Banyak kemampuan baru di premiere pro namun banyak pengorbanan prinsipal bagi yang telah terbiasa menggunakan Premiere versi terdahuliu (6.5).
  • Track Matte di Adobe Premiere Pro tidak bisa mengunci posisi masking, urusan track matte Premiere sebelumnya (Premiere 6.5) masih lebih baik.
  • Transisi di Premiere pro memang sangat sederhana dan tidak menarik. Untuk menambah transisi premiere pro silakan download di www.hendihen.com file burger premiere.zip lalu extract ke folder C:\Program Files\Adobe\Premiere Pro 1.5\Plug-ins\en_US
  • Hati hati mendrag video di Premiere pro, bisa-bisa klip di sebelahnya bisa terpotong! Hal ini tidak terjadi di Premiere 6.5
  • Untuk mendapatkan hasil Video CD / MPG terbaik, source anda harus resolusi tinggi / DV PAL (720 x 576) kemudian dirender ke format VCD PAL (352 x 288).

(www.ilmukomputer.com)